Tak ada yang bisa menandingi keaslian rasa masakan Aceh seperti di Rumah Makan Hasan.

ADVERTISEMENT

Berdiri sejak 1989, rumah makan ini menjadi penjaga warisan kuliner Aceh yang autentik dan kaya rempah.

Menu legendarisnya antara lain Ayam Tangkap, Sie Kameng (daging kambing khas Aceh), dan Pliek’u, sajian tradisional berbahan dasar kelapa dan rempah pilihan. Semua disajikan dengan cita rasa pedas, gurih, dan harum yang khas.

ADVERTISEMENT

Rumah Makan Hasan kini memiliki beberapa cabang di Banda Aceh dan sekitarnya, antara lain:

Warung Nasi Hasan 3 di Jl. Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, buka pukul 11.30–21.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Warung Nasi Hasan 2 di Jl. Dr. Mr. T. Muhammad Hasan, Batoh, Lampeuneurut Gampong, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

Warisan Rasa yang Tak Pernah Hilang

ADVERTISEMENT

Ketiga kuliner ini bukan sekadar tempat makan, tapi juga bagian dari perjalanan panjang cita rasa Aceh. Dari Mie Razali yang menjadi legenda sejak puluhan tahun lalu, Canai Mamak Kuala Lumpur yang menghadirkan cita rasa lintas budaya, hingga Rumah Makan Hasan yang menjaga kemurnian rasa tradisional, semuanya adalah potret kekayaan kuliner Aceh yang sesungguhnya.

Bagi Anda yang berkunjung ke Banda Aceh, mencicipi hidangan dari tiga tempat ini bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang menikmati warisan kuliner yang sudah menjadi legenda di Tanah Rencong. Sekali mencoba, rasanya akan terus melekat di ingatan.(*)

Editor: Acehglobalnews.com