Blangpidie – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Islam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Fayyadh Ali Rifky, santri asal Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Abdya berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an di Pondok Tahfidz Darul Qura’ni Ibnu Abbas, Kabupaten Aceh Barat.

Fayyadh Ali Rifky tercatat sebagai santri pertama asal Kabupaten Abdya yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an di lembaga pendidikan tersebut.

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Abdya khususnya kalangan pesantren dan pemerhati pendidikan Islam.

Informasi membanggakan tersebut disampaikan oleh Ketua PC RTA Abdya, Tgk. Rahmad Al Qusyairi, Sabtu (7/11/2026).

“Alhamdulillah, Fayyadh Ali Rifky santri asal Abdya telah menyelesaikan tasmi’ dan ujian 30 juz dalam waktu 2 tahun 2 bulan dengan mutqin di Pondok Tahfidz Ibnu Abbas,” ujar Tgk. Rahmad.

ADVERTISEMENT

Ia menyampaikan bahwa Fayyadh merupakan salah satu santri penerima Program Beasiswa Hafiz/Hafizah Pemerintah Kabupaten Abdya yang digagas oleh Bupati Abdya Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP.

Program beasiswa tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam mewujudkan program mencetak 100 Hafiz dan Hafizah 30 juz.

ADVERTISEMENT

Melalui program ini, kata Rahmad, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan nyata terhadap lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas dan berkarakter Qur’ani.

“PC RTA Aceh Barat Daya turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pak Bupati Safaruddin atas berbagai kebijakan dan program yang memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan keagamaan, khususnya di kalangan santri dan santriwati,” ucapnya.

PC RTA Abdya juga menyampaikan apresiasi terhadap Program Beasiswa Santri/Santriwati yang sedang dijalankan melalui Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Abdya.

“Program beasiswa ini kami nilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan dayah serta pengembangan kapasitas generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di lembaga-lembaga dayah,” kata Tgk. Rahmad.

ADVERTISEMENT

Menurut PC RTA Abdya, kedua program tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam di Abdya. Beasiswa Hafiz/Hafizah memberikan ruang dan motivasi bagi lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an, sementara beasiswa santri/santriwati menjadi dukungan bagi keberlangsungan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan dayah.

“Kami berharap agar program-program tersebut dapat terus dilanjutkan, dievaluasi, dan ditingkatkan kualitas pelaksanaannya sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh para santri dan lembaga pendidikan dayah di Abdya,” ungkapnya.

Dukungan terhadap pendidikan keagamaan, menurut PC RTA Abdya, bukan semata-mata bentuk bantuan pendidikan, melainkan juga investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki integritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, daerah, dan bangsa.

“Keberhasilan Fayyadh Ali Rifky diharapkan menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus bersemangat dalam menghafal, memahami, mengamalkan, serta mengajarkan Al-Qur’an,” pungkas Tgk. Rahmad. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Penulis: Salman Sy