Blangpidie – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Daerah Aceh Barat Daya (Abdya) resmi menjajaki kerjasama dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Abdya terkait penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Hal tersebut ditandai dengan kunjungan silaturahmi pengurus Lazismu Abdya ke kampus STKIP Muhammadiyah daerah setempat pada Senin (14/9/2026).
Kedatangan rombongan Lazismu Abdya disambut langsung oleh Ketua STKIP Muhammadiyah Abdya, Afdhal Jihad, S.Ag., M.Pd., didampingi Wakil Ketua I, Irwansyah, S.Pd.I., M.Pd.
Sekretaris Lazismu Abdya, Rahmad Sumaidi MS, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk membangun sinergi antar-Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya sektor perguruan tinggi, guna mengoptimalkan potensi pengumpulan zakat dan infak.
“Alhamdulillah, pada hari ini kami bersama Ketua dan anggota Dewan Pengawas Syariah Lazismu Abdya bersilaturahmi ke Kampus STKIP Muhammadiyah Abdya,” ujar Rahmad.
Rahmad menjelaskan, langkah koordinasi dan sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat memacu capaian pengumpulan dana zakat, infak dan shadaqah untuk disalurkan kepada penerima manfaat yang berhak.
“Dari hasil pertemuan tersebut, STKIP Muhammadiyah Abdya siap berkontribusi dengan menyalurkan donasi dari para dosen dalam bentuk infak secara rutin melalui Lazismu Abdya,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua STKIP Muhammadiyah Abdya, Afdhal Jihad, menyambut hangat inisiatif dan ajakan dari jajaran pengurus Lazismu Abdya.
Afdhal menuturkan bahwa gagasan tersebut telah dibahas internal dan mendapatkan respons yang sangat positif dari civitas akademika kampus.
“Sebelumnya kita sudah duduk bersama dan membicarakan terkait hal ini. Alhamdulillah respons dari teman-teman dosen sangat positif. Kami sepakat, setiap dosen akan menyalurkan infak dari penghasilan yang diterima melalui Lazismu Abdya,” terang Afdhal.
Lebih lanjut, Afdhal menegaskan komitmen pihak kampus untuk mendukung keberlanjutan penghimpunan dana umat tersebut.
Tak hanya menyasar tenaga pendidik (dosen), pihak kampus juga berencana memperluas jangkauan penghimpunan infak dan sedekah hingga ke tingkat mahasiswa.
“Insyaallah untuk infak para dosen sudah sepakat. Sementara untuk program infak dari kalangan mahasiswa, nantinya akan kami diskusikan lebih lanjut bersama Badan Pengurus Harian (BPH) Kampus STKIP Muhammadiyah Abdya,” katanya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas Syariah Lazismu Abdya, Syahrul Ramadhan, S.Pd., Gr., menambahkan bahwa pertemuan awal ini akan ditindaklanjuti dengan diskusi teknis kelanjutan.
Pihaknya bersama STKIP Muhammadiyah bakal merumuskan strategi matang guna menggali dan mengembangkan potensi Ziska di wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya secara optimal.
“Semoga pertemuan silaturahmi ini menjadi langkah awal kita dalam menjalin kerjasama dengan dunia pendidikan, dengan tujuan meningkatkan kesadaran berinfak serta memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan di Abdya,” pungkas Syahrul. (*)




