Blangpidie – Lembaga Amil Zakat dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Perwakilan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 sekaligus pembekalan dasar bagi para amil, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat dosen Kampus STIT Muhammadiyah Abdya, Komplek Padang Merante, Gampong Ujung Padang, Kecamatan Susoh ini dihadiri jajaran Badan Pengurus serta Dewan Pengawas Syariah Lazismu Perwakilan Abdya.
Sekretaris Lazismu Abdya, Rahmad Sumaidi mengungkapkan, raker dan pembekalan ini digelar untuk memperkuat tata kelola keorganisasian, meningkatkan kapasitas para amil, serta menyatukan visi dalam memberi kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Momen rapat kerja dan pembekalan ini sebagai langkah awal untuk membesarkan Lazismu Perwakilan Daerah Abdya. Memperkuat tata kelola organisasi menjadi lebih baik, dan menyusun rencana kerja yang terukur dan terarah demi kemaslahatan umat,” ujar Rahmat.
Dari hasil raker tersebut, pengurus Lazismu Abdya telah menyepakati sejumlah rencana kerja strategis untuk masa satu tahun ke depan yang telah mendapat persetujuan Dewan Pengawas Syariah.
Program kerja tersebut berorientasi pada optimalisasi penghimpunan donasi (fundraising) zakat dan infak, baik di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah maupun masyarakat umum.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni pencetakan dan penempatan kotak infak dan shadaqah di titik-titik strategis. Seperti pusat perbelanjaan, warung kopi, swalayan, hingga masjid-masjid Muhammadiyah.
Selain itu, melakukan edukasi dan sosialisasi kesadaran Zakat, Infak, dan Shadaqah (ZIS) kepada masyarakat melalui mimbar Jumat dan kajian rutin.
“Insyaallah, kita akan berkerjasama dengan da’i-da’i Muhammadiyah, lewat mimbar Jumat dan kajian-kajian rutin, kewajiban berzakat melalui Lazismu akan lebih mudah tersampaikan,” jelasnya.
Guna mengoptimalkan potensi ZIS di Kabupaten Abdya, Lazismu juga merencanakan penginventarisiran calon muzakki dan munfik potensial secara sistematis.
“Perlu ada database muzakki berbasis big data yang kita kelola. Kami sangat mengharapkan dukungan dari Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di setiap kecamatan agar potensi lumbung zakat bisa tergarap maksimal,” kata Rahmad.
Tak hanya cara menghimpun ZIS secara konvensional, Lazismu Abdya kini mencoba bertransformasi memanfaatkan teknologi digital guna memberikan kemudahan bagi donatur.
Lazismu Abdya mengupayakan penghimpunan dana umat melalui aplikasi berbasis web dan kemudahan transaksi via layanan QRIS.
“Melalui sarana ini, donatur tidak lagi harus bersusah payah menyalurkan zakat-infak melalui Lazismu. Cukup menggunakan aplikasi untuk menghitung dan menyalurkan zakatnya,” terangnya.
Selain itu, lanjut Rahmad, pengurus Lazismu Abdya juga menyediakan layanan jemput donasi serta layanan call center Lazismu Abdya dengan nomor wa 0822-1114-3199.
“Lewat layanan ini, kami siap menjemput donasi langsung dari donatur, sekaligus menyediakan sarana konsultasi mengenai zakat, infak, maupun dana kemanusiaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazismu Perwakilan Abdya, Ilman Saputra menegaskan komitmennya dalam mengawal seluruh program Lazismu agar berjalan sesuai kaidah syariah dan aturan Lazismu Pusat.
“Insyaallah dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, kita akan terus bergerak menebar kebaikan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan dalam delapan asnaf dan sesuai prinsip-prinsip syariah,” ujar Ilman.
Ia juga berpesan kepada para amil di Lazismu Abdya agar terus memperkaya literasi zakat sehingga pengelolaan dana umat di Abdya semakin profesional, amanah, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*)




