Blangpidie — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dinilai belum sepenuhnya sempurna jika kendala mendasar para nelayan setempat belum teratasi.

Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk segera memprioritaskan pengerukan kolam labuh tempat pendaratan ikan yang mengalami pendangkalan parah.

Tak hanya itu, ia juga berharap KKP segera merealisasikan hadirnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di lokasi tersebut.

Hal tersebut disampaikan Bupati Safaruddin dalam acara Bulan Bakti Sosial KKP yang berlangsung di lokasi KNMP Gampong Lhok Pawoh, Rabu (4/11/2026).

Menurut Safaruddin, kemegahan fasilitas KNMP yang ada saat ini perlu diimbangi dengan pembenahan infrastruktur vital.

ADVERTISEMENT

Hal ini bertujuan agar Gampong Lhok Pawoh benar-benar mampu menjadi motor penopang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Abdya.

“Kami sangat memerlukan pengerukan tempat pendaratan ikan akibat dangkalnya kolam labuh milik nelayan Lhok Pawoh. Kalau tidak dibenahi, fasilitas semegah ini belum sempurna,” ujar Safaruddin.

ADVERTISEMENT

Selain masalah pendangkalan, penataan kuota BBM jenis solar serta pendirian SPBUN juga menjadi perhatian utama sang Bupati.

Pasalnya selama ini, aktivitas pendataan dan pendaratan hasil tangkapan nelayan Abdya sering kali justru tercatat di wilayah tetangga, yaitu Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Safaruddin berharap pembenahan dua sektor kunci ini dapat memutus ketergantungan daerah lain dan mengalirkan dampak ekonomi secara langsung bagi Abdya.

“Setiap pemimpin harus hadir untuk masyarakatnya agar mereka bisa tersenyum. Di momen ulang tahun KKP ini, tentunya kita bicara soal ‘hadiah’ bagi daerah. Kita sedang memperjuangkan SPBUN, semoga tahun depan sudah bisa hadir di KNMP Lhok Pawoh,” katanya.

ADVERTISEMENT

Respon dari KKP

Menanggapi usulan mendesak tersebut, Direktur Sarana dan Prasarana KKP, Enggar Sadtopo, menyampaikan komitmennya agar kehadiran KKP memberikan manfaat bagi nelayan setempat.

Enggar berjanji akan meneruskan aspirasi terkait pengerukan kolam labuh, penambahan kuota solar, hingga pengusulan lokasi baru KNMP di Abdya ke tingkat kementerian pusat.

“KNMP yang sudah dibangun ada yang telah beroperasi dan ada yang terus dibenahi. Masukan nelayan mengenai fasilitas, termasuk pabrik es yang kini kondisinya sudah membaik akan kami manfaatkan. Mengenai SPBUN, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” papar Enggar.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan Bulan Bakti Sosial di Aceh ini diisi dengan aksi pembersihan pantai di beberapa titik lokasi KNMP yang telah dimulai sejak 31 Oktober 2026 lalu.

Kepala BPBAP Ujong Batee, Hasanuddin, S.ST.Pi., M.P., melaporkan bahwa selain aksi bersih-bersih pantai, acara ini juga diwarnai dengan penyerahan bantuan benih ikan serta paket sembako bagi keluarga nelayan di Gampong Lhok Pawoh. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Penulis: Salman Sy