Blangpidie – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli, turun langsung meninjau lokasi banjir yang menerjang Gampong Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, Kamis (13/8/2026) malam.
Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Abdya tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi terkini di lapangan sekaligus memetakan solusi penanganan banjir luapan tersebut.
“Kita sudah melihat langsung kondisi di lapangan, dan segera kita sampaikan kepada Pak Bupati guna bersama-sama mencari solusi terkait masalah ini,” ujar Zaman Akli.
Di tengah situasi tersebut, Akli meminta masyarakat untuk tetap tenang namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi.
“Masyarakat kita minta tetap tenang, jangan panik, namun harus selalu waspada. Insya Allah kita pemerintah daerah akan mencari solusinya,” tegasnya.
Jalan Nasional Sempat Lumpuh Total
Diberitakan sebelumnya, curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Kabupaten Abdya sejak Kamis sore memicu banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Babahrot.
Banjir tidak hanya merendam pemukiman warga, namun juga menggenangi badan jalan nasional di beberapa titik, seperti Gampong Pante Cermin, Pante Rakyat, Ie Mirah, dan Lhok Gayo.
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya, Mukhsin, menjelaskan bahwa dampak terparah terjadi di kawasan Gampong Ie Mirah.
Di kawasan tersebut, luapan air yang deras membuat akses arus lalu lintas sempat terputus dan memicu kemacetan panjang.
“Di ruas jalan nasional Gampong Ie Mirah ketinggian air mencapai 70 sentimeter dengan arus deras, sehingga sempat terjadi kemacetan,” ungkap Mukhsin, Jumat (14/8/2026).
Arus lalu lintas di jalan lintas nasional tersebut baru kembali berangsur normal sekitar pukul 22.30 WIB setelah debit air perlahan surut.
Selain merendam puluhan rumah warga, terjangan air deras juga mengikis dan merusak sejumlah fasilitas jalan di wilayah setempat.
Saat ini, pihak BPBD Abdya telah menerjunkan tim ke lapangan untuk mencatat total kerugian dan kerusakan.
“Saat ini kita sedang di lokasi untuk melakukan pendataan,” tambah Mukhsin.
Meski kondisi air telah surut, Mukhsin mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir susulan, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan kawasan yang sering tergenang. Apalagi peningkatan curah hujan dapat terjadi kapan saja,” imbaunya.
Ia juga berpesan agar warga rutin memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari aktivitas berisiko di sekitar sungai saat hujan deras, serta mengamankan berkas dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi.
“Masyarakat kita harapkan tetap tenang, waspada, dan menjaga keselamatan diri serta keluarga. Selalu pantau informasi resmi cuaca dan peringatan dini dari BMKG,” pungkasnya. (*)




