Blangpidie – Pendapatan Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Tahun Anggaran 2026 mengalami kenaikan sebesar Rp 34,19 miliar.
Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati H. Zaman Akli dalam Rapat Paripurna Pembukaan Pembahasan dan Penyerahan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 serta Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 di Gedung DPRK Abdya, Rabu (12/8/2026).
Zaman Akli, mengungkapkan bahwa kenaikan pendapatan daerah ini memicu penyesuaian postur anggaran pembangunan demi mengakomodasi kebutuhan prioritas masyarakat.
“Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2026 semula sebesar Rp 904.923.441.892 mengalami peningkatan sebesar Rp 34.192.623.000, sehingga setelah perubahan menjadi sebesar Rp 939.116.064.892,” ujar Zaman Akli dalam pidatonya di hadapan Pimpinan dan Anggota DPRK Abdya.
Seiring peningkatan target pendapatan, alokasi belanja daerah dalam Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026 juga tercatat naik sebesar Rp 71,11 miliar. Belanja daerah yang semula Rp 995,04 miliar melonjak menjadi Rp 1,066 triliun.
Untuk menutup selisih anggaran, penerimaan pembiayaan daerah dari SiLPA juga mengalami penyesuaian naik menjadi Rp 128,04 miliar. Sehingga total pembiayaan netto daerah disepakati menjadi Rp 127,04 miliar.
Zaman Akli menegaskan, akselerasi pembahasan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026 perlu diprioritaskan untuk mendukung agenda besar daerah, salah satunya persiapan pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Aceh.
“Melalui forum yang terhormat ini, dalam rangka menyukseskan pembangunan sarana dan prasarana MTQ ke-38 Provinsi Aceh dan Infrastruktur Pelayanan Publik lainnya, kami mengharapkan agar dapat diprioritaskan untuk melakukan pembahasan Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 terlebih dahulu,” kata Wakil Bupati Abdya tersebut.
Proyeksi Anggaran Tahun 2027 dan 4 Prioritas Pembangunan
Selain merinci perubahan anggaran 2026, Pemkab Abdya juga secara resmi menyerahkan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027. Pada TA 2027, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 866,57 miliar, sementara Belanja Daerah diproyeksikan mencapai Rp 954,06 miliar.
Penerimaan Pembiayaan Daerah dari estimasi SiLPA Tahun 2026 dipatok sebesar Rp 88,48 miliar dengan Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp 1 miliar, sehingga Pembiayaan Netto untuk TA 2027 direncanakan berada pada angka Rp 87,48 miliar.
Zaman Akli memaparkan, tema pembangunan Abdya untuk TA 2027 akan difokuskan pada peningkatan infrastruktur pendukung, pemberdayaan masyarakat, produktivitas sektor unggulan berbasis teknologi, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkualitas dan berkeadilan.
“Dalam rangka perwujudan tema pembangunan tersebut, ditetapkan empat prioritas pembangunan Abdya Tahun 2027, yaitu peningkatan infrastruktur pendukung, pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktivitas sektor unggulan berbasis teknologi, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” tutur H. Zaman Akli.
Seluruh jajaran Pemkab Abdya berkomitmen menerapkan pendekatan kinerja dalam merealisasikan program prioritas, dengan memegang teguh prinsip efisiensi, transparansi, serta berdaya guna bagi kemaslahatan masyarakat luas.
Tindak Lanjuti Pokok Pikiran DPRK dari Reses II
Di akhir penyampaiannya, Wakil Bupati Abdya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Laporan Hasil Reses II Pimpinan dan Anggota DPRK Abdya Tahun 2026. Aspirasi masyarakat yang diserap legislatif dipastikan masuk ke dalam rencana kerja eksekutif.
“Hasil reses ini tentunya sangat kami hargai sebagai aspirasi langsung dari masyarakat yang mencerminkan kebutuhan riil dan harapan rakyat. Pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti pokok-pokok pikiran yang disampaikan melalui hasil reses sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan RKPK,” pungkas Zaman Akli.
Usai penyerahan dokumen, pihak eksekutif dan legislatif dijadwalkan segera melanjutkan tahapan pembahasan untuk penerbitan Surat Edaran Penyusunan RKA SKPK dan penyusunan Rancangan Qanun APBK Abdya. (*)




